Religius Omnis Scentarium Ainima

Begin with Andi, end with Verita. Forever 45!

Mari menyediakan satu-menit dalam hari ini untuk tersenyum mengingat para guru kita. Mereka adalah orang-orang yang sedikit banyak telah berjasa membantu pembentukan karakter dan pemikiran kita sampai saat ini.

Dan, sebelum satu-menit itu berakhir, mari ucapkan terima kasih teriring doa di dalam hati kita masing-masing.

"Selamat Hari Guru 2008"
Karena kita adalah murid mereka, seumur hidup kita.

Ps. Terima kasih untuk Charles karena sudah mengingatkan ini.

I dedicate this song especially to our friends who give a heart and dedication as a TEACHER

Terpujilah wahai Engkau Ibu Bapak Guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku

Sebagai prasasti trimakasihku

‘tuk pengabdianmu


Engkau sebagai pelita dalam kegelapan

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

Engkau patriot pahlawan bangsa

tanpa tanda jasa

Di 21 November 2008 ini, untuk our Joly Sitanggang:



Happy 24th Anniversary.
Semoga tetap berdedikasi untuk Pulo Samosir tersayang.

Idealisme yang ditunjukkannya selama ini meyakinkan kami kalau dia tidak akan menjadi seperti nama plonconya. :D

Mendapat nama plonco Loegoe. Ketika itu dikenal sebagai Walkman Berjalan karena perpustakaan lagunya banyak.

Sekarang our Astri dikenal dengan nama Miss Astri oleh murid-muridnya di Asrama Yayasan Soposurung. Salut untuk Astri yang sekarang mengabdikan diri di almamater kita.

Hari ini: 3 November 2008, untuk our Astri Buana Napitupulu:

SELAMAT ULANG TAHUN
Happy 24th Anniversary.
Hope that smile stays forever.

Ps. Wow, Tri! Ini ulangtahunmu yang ke-sepuluh yang kau rayakan bersama X-Gen. :D

Iseng buka-buka profile kita di yahoogroups, lalu terlihatlah message history di mailing list kita.


Naik-turun komunikasi di antara kita. Bagaimana pun, setiap orang punya prioritas berbeda di setiap saat. Tetapi, X-Gen akan tetap ada, menjadi rumah yang selalu menanti kepulangan kita dari perjalanan hidup kita, sejauh apa pun itu.

Because, we can buy a house, but not a home.
And X-Gen will be our eternal home sweet home.


Ternyata X-Geners ada yang jadi blogger aktif, entah di blogspot, wordpress, atau pun di friendster. Buat yang sudah punya blog, tapi masih malu-malu, marilah kemari saudara/i-ku.

Ini blog yang bisa saya dapatkan. Menyenangkan bagaimana melihat pemikiran teman-teman sekarang ini.

Listed with no particular order.

- Astri Napitupulu - Speaking Mind .... --> belongs to our Astri.
- Sihiteezra's Weblog --> belongs to our Ezra.
- Sejarah Mencatat, Manusia Mengamati --> belongs to our Joly.
- shua 4 natzing --> belongs to our Heriany.
- Thinking about Things --> belongs to our Mona.
- Serendipity --> belongs to our Rudi.

Jadi, buat yang lain ... kapan mempublikasikan alamat blog kalian?


Ps.: will be edited if list is anew.

Edit #1 --> changed Heryani to Heriany. (Betet ... maap, ya!)
Edit #2 --> added Astri's blog to the list.

X-Geners,

Maaf, kalau blog ini telah terabaikan sekian lama. Tadi kalimat religius omnis scentarium ainima tiba-tiba muncul di kepala dan saya pun berniat untuk googling. Mencari arti sebenarnya karena dulu teringat ada X-Gener (maaf, saya lupa siapa) yang bilang, kalau tak ada kalimat seperti itu. Dan hasil googling saya adalah ... tada! Blog ini. Yap, karena Patar - sang kreator blog ini - memakai kalimat itu sebagai tagline blog kita ini.

Ah ya, tak apalah bila memang ungkapan religius omnis scentarium ainima tak pernah ada di sejarah atau kamus kalimat bijak manapun. Bukankah itu menjadikannya lebih bermakna dan eksklusif bagi angkatan kita? Jangan pedulikan kebenaran tata bahasanya, karena makna melebihi barisan huruf yang membentuknya.

Sebentar ... kenapa saya jadi lupa cara mengartikannya? Otak ini memang sudah menua. Apakah kita dulu mengartikannya: Agama tanpa Ilmu Pengetahuan adalah sia-sia? Atau: Agama tanpa Ilmu Pengetahuan adalah buta?

Entah yang mana pun itu, kesimpulannya sama: agama dan ilmu pengetahuan tidak akan berdiri sendiri. Bukankah demikian, X-Geners?

Terima kasih kepada alm. Pak MAS yang menghadiahi kalimat itu kepada kita.

Bagi Anda yg tidak tertarik silahkan lewat saja, jangan dibaca. Bagi Anda yg tertarik, marilah sama2 terbang.... tinggalkan segenap urusan & hiruk-pikuk dunia utk sementara, kita arungi alam filsafat di dunia antahberantah....
Apakah yg Anda rasakan kira2 100 tahun yg lalu? Kita tidak merasakan apa2, lalu tiba2, kira2 21 tahun yg lalu Tuhan taruh diri kita di dalam tubuh yg berwujud yg kita sebut manusia. Bahkan kita baru ingat diri kita mulai kira2 18 tahun yg lalu hingga sekarang. Sebelumnya? Entahlah....Lalu kita kenali alam luar ini dgn panca indera. Akan tetapi aku hanya menjadi aku, bukan kau. Jadi aku tak tahu bagaimana kau memandang dunia ini, bagaimana persepsimu atas dunia luar ini. Bisa jadi sama dgn yg aku pandang, bisa jadi berbeda.
Tak pernah ada s'orang pun yg tahu bagaimana org lain mempersepsikan dunia luar ini, sebab Tuhan hanya "melangsungkan"aku sebagai aku dan kau sebagai kau. Aku tidak akan pernah menjadi kau dan kau pun tak akan pernah menjadi aku. Kalau pun aku masuk ke dalam tubuhmu, maka aku tetap akan merasa bahwa aku adalah aku, bukan kau. Juga dgn binatang. Kita tak pernah tahu bagaimana binatang mempersepsikan dunia luar termasuk diri kita. Bagaimanakah dunia luar & diri kita nampak oleh mereka? Kita tak tahu & tidak akan pernah tahu, sbb kita tidak pernah menjadi mereka. Begitu pula dgn tumbuhan. Bagaimanakah mereka mempersepsidunia luar termasuk diri kita?
Oh... bagaimanakah kiranya jika Tuhan menciptakan kita sebagai sebutiratom? Bagaimana alam luar nampak oleh kita? Bagaimanakah jika kita menjadi elektron yg terus-menerus berkeliling dgn pesat di sekitar inti atom? Bagaimana dunia nampak oleh kita? Bagaimana jika kita diciptakan sbg sebuah foton yg melancar dgn pesat di alam jagad raya? Bagaimana jika kitamenjadi sel2 makhluk hidup? Bagaimana dunia luar nampak oleh kita? Bagaimana jika kita menjadi tumbuhan? Bagaimana jika kita menjadi binatang? Bagaimana jika kita menjadi sebuah bintang di langit yg lahir kira2 15 miliar tahun yg lalu? Bagaimana kita mempersepsi dunia luar?Kita tidak tahu & tidak akan pernah tahu, sbb sekali lagi, Tuhan hanya"melangsungkan" diri kita ke dalam satu masa, yakni manusia. Itu pun aku tak mungkin menjadi kau dan kau tak mungkin menjadi aku. Akan tetapi sepertinya ada satu hal yg sama. Sebagai apa pun kita diciptakan Tuhan, sepertinya kita akan merasa bahwa aku adalah aku, bukan makhluk lain. Aku akan merasakan eksistensiku. Aku akan merasakan subjektivitas diriku sendiri. Sepertinya Tuhan telah menyusupkan perasaan bahwa "aku adalah aku" kepada segenap isi jagad raya.... termasuk manusia.
Sekarang yg jadi pertanyaan: Siapakah aku? Siapakah aku yg berpikir, aku yg berangan2, & aku yg merasakan? Kira2 100 tahun lalu aku tak merasakan apa2, lalu tiba2 aku jatuh ke dunia kelam ini kira2 21 tahun lalu. Ada apakah gerangan dengan alam luar tempatku sebelum jatuh ke sini? Lalu bagaimana dengan aku sebelum alam ini terbentuk kira2 15 milyar tahun lalu? Di manakah aku waktu itu? Bagaimanakah dgn dimensi alam sana? Entahlah....Yang jelas sekarang ini kita sedang bermimpi & menunggu saat bangun dari mimpi. Masing2 punya waktu bangun sendiri2 yg aku & kau tak pernah tahu kapan itu. Sebentar lagi, ya, sebentar lagi mungkin tak'kan melebihi 100 tahun. Aku & kau 'kan bangun dari mimpi ini....
Tapi lebih dari itu apakah arti mimpi ini...? Huahahahaha...... Akankah waktuku & waktumu habis hanya utk blajar Modern Control, Acoustic, ISP Industri, ISP Analitik, dengerin musik jazz, rock, pop, dsb...? Dah... mari kita berhenti terbang sejenak. Kita kembali ke mimpi lagi sejenak. Mari kita belajar buat UAS minggu depan. Mari kita kerjakan tugas ISP Analitik, tugas komo, dsb. Mana yg lebih nikmat? Belajar ISP buat UAS atau melang-lang buana 'tuk melihat mimpi ini? Oh mimpi... Oh diriku...Siapakah aku...? Entahlah. Thx.

Welcome to The X Generation's blog !